https://ecoforest.fapertauim.ac.id/index.php/ecoforest/issue/feed Jurnal Kehutanan dan Lingkungan 2025-12-23T01:32:53+00:00 Anugrahandini Nasir, S.Hut., M.Si ecoforest@uim-makassar.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong><em>Eco Forest Journal</em></strong> merupakan jurnal ilmu kehutanan dan lingkungan yang diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan Fakultas pertanian Universitas Islam Makassar. Jurnal ini akan menyajikan hasil-hasil penelitian dan pemikiran meliputi bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekowisata, Perencanaan dan Pengeloaan DAS, Hasil Hutan Bukan Kayu dan Kewirausahaan.</p> https://ecoforest.fapertauim.ac.id/index.php/ecoforest/article/view/92 Keanekaragaman vegetasi dan pola sebaran tumbuhan pada kawasan hutan di desa labuaja kabupaten maros 2025-12-18T23:47:32+00:00 ELSA FEBRIANTI elsafebrianti1205@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan pola sebaran jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan hutan Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2025 menggunakan metode analisis vegetasi. Penentuan plot dilakukan secara purposive berdasarkan tingkat kerapatan vegetasi dengan ukuran plot 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk tingkat pancang, dan 2 x 2 m untuk tingkat semai. Data dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman vegetasi di Desa Labuaja tergolong sedang hingga tinggi dengan nilai H' berkisar antara 2,40 hingga 3,44. Jenis dominan meliputi <em>Gmelina arborea</em> (jati putih), <em>Tectona grandis L.f</em> (jati), dan <em>Chromolaena odorata</em> (ki rinyuh). Pola sebaran vegetasi meliputi dataran rendah hingga perbukitan yang menunjukkan adaptasi tumbuhan terhadap kondisi topografi dan iklim tropis lembap. Secara umum, ekosistem hutan Desa Labuaja masih tergolong stabil sehingga diperlukan pengelolaan dan konservasi berkelanjutan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.</p> 2025-11-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 ELSA FEBRIANTI https://ecoforest.fapertauim.ac.id/index.php/ecoforest/article/view/94 Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Pada Pertumbuhan Bibit Tanaman Bitti 2025-12-23T01:15:27+00:00 Afdhal Musyawal afdell.rr@gmail.com <p><em>AFDHAL MUSYAWAL 24011014015. The Effect of Planting Media Composition and Liquid Organic Fertilizer Concentration on the Growth of Bitti Plant Seedlings. Supervised by: Andi Abdul Rahman Syafar and Fikram Fahrumansyah.</em></p> <p><em>This study aims to analyze and examine the effect of planting medium composition and liquid organic fertilizer concentration on the growth of bitti plant seedlings. This study was conducted in the form of a two-factor factorial experiment based on a randomized block design. The first factor was the composition of the planting medium, which consisted of three levels: topsoil + charcoal husks + manure (2:1:1), topsoil + charcoal husks + manure (1:1:1), and topsoil + charcoal husks + manure (1:1:2). The second factor was the concentration of liquid organic fertilizer, which consisted of three levels: 5% concentration (50 ml POC + 950 ml water), 10% concentration (100 ml POC + 900 ml water), and no liquid organic fertilizer. The results showed that the planting medium consisting of topsoil + charcoal husks + manure in a ratio of 2:1:1 (M1) had a better effect on the height increase of bitti 2 MST seedlings (1.44 cm) and bitti 4 MST seedlings (2.21 cm). Meanwhile, a 10% concentration of liquid organic fertilizer (POC) (100 ml POC + 950 ml water) had a better effect on the height increase of bitti seedlings at 2 MST (1.43 cm), while no POC treatment had a better effect on stem diameter at 8 MST (2.99 mm), stem diameter at 10 MST (3.35 mm), stem diameter at 12 MST (3.77 mm), and root volume (3.33 cubic cm). There was no interaction between the growing medium and the concentration of liquid organic fertilizer POC on the growth of bitti seedling</em></p> 2025-11-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Afdhal Musyawal https://ecoforest.fapertauim.ac.id/index.php/ecoforest/article/view/95 Efektivitas Komposisi Media Tanam dan Durasi Perendaman terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Bibit Sengon (Falcataria moluccana) 2025-12-23T01:32:53+00:00 Nurul Hasanah nurulhasanah3193@gmail.com <p><em>This study aimed to evaluate the effect of growing media composition and seed soaking duration on the germination and growth of sengon seedlings. The research was conducted using a factorial experiment arranged in a Randomized Block Design (RBD). The first factor was growing media composition consisting of three volume ratios: topsoil+compost (3:1), topsoil+sand (3:1), and topsoil+compost+sand (3:1:1). The second factor was seed soaking duration: 12 hours, 24 hours, and 36 hours. The results showed that there was no interaction between growing media and soaking duration treatments on all observed parameters. Independently, the topsoil+compost (3:1) media showed the best performance on germination rate and stem diameter growth up to 12 Weeks After Planting (WAP). Meanwhile, soaking seeds for 12 hours proved to be the most efficient in stimulating germination rate, whereas soaking for 36 hours tended to increase stem diameter at later stages. Based on these results, the use of a topsoil and compost mixture along with a 12-hour seed soaking duration is recommended for effective and efficient sengon nursery practices.</em></p> 2025-11-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Nurul Hasanah https://ecoforest.fapertauim.ac.id/index.php/ecoforest/article/view/93 Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Pucak Kabupaten Maros 2025-12-19T00:13:17+00:00 Rihan Mansyur rihanmansyur38@gmail.com <p><em>Perubahan penggunaan lahan merupakan isu global yang memerlukan pemantauan berkelanjutan, terutama di kawasan hutan produksi yang rentan mengalami deforestasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan penggunaan lahan di Desa Pucak, Kabupaten Maros selama periode 2021-2025 menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Data diperoleh melalui interpretasi citra Google Earth dan validasi lapangan pada 30 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan hutan sekunder mengalami penurunan sebesar 130,12 Ha (29%), sawah bertambah 162,25 Ha (15%), kebun campur semak berkurang 66,19 Ha (30%), dan lahan terbuka meningkat dari 0 Ha menjadi 33,52 Ha. Uji akurasi menggunakan confusion matrix menghasilkan overall accuracy 90% dan kappa accuracy 91%, menunjukkan validitas data yang tinggi. Konversi lahan terbesar terjadi pada tahun 2022 dengan pengurangan hutan sekunder sebesar 69,74 Ha. Perubahan ini didominasi oleh ekspansi areal persawahan yang mengindikasikan tekanan antropogenik terhadap kawasan hutan produksi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengawasan berkelanjutan, kajian faktor penyebab alih fungsi lahan, dan program edukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan.</em></p> 2025-11-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rihan Mansyur https://ecoforest.fapertauim.ac.id/index.php/ecoforest/article/view/75 Penataan Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Lantebung, Makassar: Perspektif Pengelola dan Masyarakat Lokal 2025-09-17T07:28:53+00:00 Ansar anchasumigo@gmail.com <p>Hutan Mangrove Lantebung di Kota Makassar telah ditetapkan sebagai kawasan ekowisata, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penataan kawasan ekowisata Hutan Mangrove Lantebung berdasarkan persepsi pengelola dan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner dengan teknik <em>purposive sampling</em> terhadap 30 responden yang terdiri dari 5 pengelola dan 25 masyarakat lokal. Analisis data menggunakan tabulasi frekuensi untuk mengukur persepsi responden terhadap empat indikator: penataan kawasan, pelestarian, pengelolaan, dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (lebih dari 90%) menganggap penataan, pelestarian, dan pengelolaan kolaboratif kawasan mangrove sebagai hal yang "Sangat Penting". Responden juga menyoroti urgensi penyediaan fasilitas dasar seperti toilet, jembatan, dan tempat sampah untuk mendukung kegiatan ekowisata. Kesimpulannya, terdapat kesadaran tinggi dari pihak pengelola dan masyarakat akan pentingnya penataan kawasan secara berkelanjutan, namun implementasinya terkendala oleh kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia guna mengoptimalkan potensi ekowisata Mangrove Lantebung.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Ekowisata, Hutan Mangrove, Penataan Kawasan, Partisipasi Masyarakat.</p> 2025-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Ansar