Penataan Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Lantebung, Makassar: Perspektif Pengelola dan Masyarakat Lokal
Development of the Lantebung Mangrove Forest Ecotourism Area, Makassar: Perspectives of Managers and Local Communities
DOI:
https://doi.org/10.59638/ecoforest.v2i2.75Kata Kunci:
Ekowisata, Hutan Mangrove, Penataan KawasanAbstrak
Hutan Mangrove Lantebung di Kota Makassar telah ditetapkan sebagai kawasan ekowisata, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penataan kawasan ekowisata Hutan Mangrove Lantebung berdasarkan persepsi pengelola dan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner dengan teknik purposive sampling terhadap 30 responden yang terdiri dari 5 pengelola dan 25 masyarakat lokal. Analisis data menggunakan tabulasi frekuensi untuk mengukur persepsi responden terhadap empat indikator: penataan kawasan, pelestarian, pengelolaan, dan fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (lebih dari 90%) menganggap penataan, pelestarian, dan pengelolaan kolaboratif kawasan mangrove sebagai hal yang "Sangat Penting". Responden juga menyoroti urgensi penyediaan fasilitas dasar seperti toilet, jembatan, dan tempat sampah untuk mendukung kegiatan ekowisata. Kesimpulannya, terdapat kesadaran tinggi dari pihak pengelola dan masyarakat akan pentingnya penataan kawasan secara berkelanjutan, namun implementasinya terkendala oleh kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. Diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia guna mengoptimalkan potensi ekowisata Mangrove Lantebung.
Kata Kunci: Ekowisata, Hutan Mangrove, Penataan Kawasan, Partisipasi Masyarakat.
Referensi
Aisah, N., & Wahyuni, L. (2020). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ekowisata Hutan Mangrove di Kampung Rawa Mekar Jaya. Social Work Journal, 1(2), 55-68.
BPPD. (2015). Laporan Kawasan Konservasi Pesisir Kota Makassar. Makassar: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar.
Dewi, & Ratna Sari. (2022). "Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan dan Keberlanjutan Ekowisata Mangrove di Wonorejo, Surabaya." Jurnal Pariwisata Indonesia, 11(3), 112-125.
Fandeli, C. (2020). Pengembangan Ekowisata Berbasis Komunitas. Jakarta: Gadjah Mada University Press.
Fitriani. (2020). "Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk untuk Peningkatan Ekonomi Lokal." Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 12-23.
Ghazi, F. (2022). Pentingnya Lamun untuk Ekosistem Laut. Elementa Agro Lestari.
Prasetyo, B., Gunawan, H., & Wulandari, S. (2023). Analisis Kualitas Sarana dan Prasarana Destinasi Wisata Terhadap Kepuasan Pengunjung. Jurnal Pariwisata, 15(2), 45-58.
Sari, A., Nur, A., & Hidayat, K. (2023). Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan dan Pengelolaan Hutan Mangrove di Kampung Kambala dan Yarona Distrik Buruway Kabupaten Kaimana. Jurnal Hutan Tropis Papua, Igya ser hanjop, 5(2), 87-101.
Setiawan, & Budi. (2021). Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Konservasi Mangrove dan Dampaknya pada Pengembangan Ekowisata di Kulon Progo. Jurnal Pariwisata Pesisir, 9(2), 56-68.
Utomo, & Setyo. (2022). Persepsi Masyarakat dan Peranannya dalam Keberlanjutan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Tanjung Rejo, Demak. Jurnal Ilmiah Kehutanan, 15(1), 22-35.
Wahid, N., Setianto, A., & Lestari, R. (2023). Pengembangan Fasilitas Wisata Berbasis Konservasi di Kawasan Hutan Lindung. Jurnal Manajemen Pariwisata, 12(4), 112-125.
Wulandari, S., Maryani, M., & Prastuti, I. (2025). Peran dan Manfaat Ekosistem Mangrove Terhadap Masyarakat Wilayah Pesisir Muara Sugihan. Jurnal Abdi Insani, 10(1), 200–210.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ansar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







