Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Desa Pucak Kabupaten Maros
Analysis of Land Use Change in Pucak Village, Maros Regency
DOI:
https://doi.org/10.59638/ecoforest.v2i2.93Kata Kunci:
Perubahan Lahan, SIG, Desa Pucak, Interpretasi CitraAbstrak
Perubahan penggunaan lahan merupakan isu global yang memerlukan pemantauan berkelanjutan, terutama di kawasan hutan produksi yang rentan mengalami deforestasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan penggunaan lahan di Desa Pucak, Kabupaten Maros selama periode 2021-2025 menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Data diperoleh melalui interpretasi citra Google Earth dan validasi lapangan pada 30 titik sampel. Hasil penelitian menunjukkan hutan sekunder mengalami penurunan sebesar 130,12 Ha (29%), sawah bertambah 162,25 Ha (15%), kebun campur semak berkurang 66,19 Ha (30%), dan lahan terbuka meningkat dari 0 Ha menjadi 33,52 Ha. Uji akurasi menggunakan confusion matrix menghasilkan overall accuracy 90% dan kappa accuracy 91%, menunjukkan validitas data yang tinggi. Konversi lahan terbesar terjadi pada tahun 2022 dengan pengurangan hutan sekunder sebesar 69,74 Ha. Perubahan ini didominasi oleh ekspansi areal persawahan yang mengindikasikan tekanan antropogenik terhadap kawasan hutan produksi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengawasan berkelanjutan, kajian faktor penyebab alih fungsi lahan, dan program edukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan.
Referensi
Briassoulis, H. (2020). Analysis of Land Use Change: Theoretical and Modeling Approaches. 2nd edn. Edited by Scott Loveridge and Randall Jackson. WVU Research Repository, 2020.
Christian, Y., Asdak, C., & Kendarto, D. R. (2021). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Teknotan, 15(1), 15
Harris, N.L. et al. (2021) ‘Deforestation and carbon emissions in Southeast Asia’, Nature Climate Change, 11(5), pp. 389–395.
Mahendra, M. (2024). Dampak Kegiatan Masyarakat Terhadap Ekologi Desa Pandang Lau di Kabupaten Pangkep. BUGIS: Journal of Business, Technology, & Social Science, 2(3).
Nathan, M., Rasyid, B., & Yunus, A. P. P. (2024). STATUS KERUSAKAN TANAH PADA AREAL BUDIDAYA DAN AREAL NON-BUDIDAYA DI KABUPATEN GOWA, PROVINSI SULAWESI SELATAN. Jurnal Agrotek Tropika, 12(3).
Saharjo, B.H. (2022) ‘Law enforcement and illegal logging in Indonesia’, Journal of Forestry Policy and Economics, 141, pp. 102–118.
. Syahrul, S., Tilaar, S., & Siregar, F. (2023). Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kerawanan Banjir Di Perkotaan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Sabua: Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur, 12(2), 21-29.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rihan Mansyur

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







